Jakarta — Sinar Grafika resmi menerbitkan buku berjudul “Etika yang Melembaga: 70 Tahun Prof. Jimly Asshiddiqie – Warisan Gagasan dan Penguatan DKPP” yang diluncurkan dalam kegiatan di Ruang Sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jumat (17/4/2026).
Penerbitan buku ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan perjalanan pemikiran Prof. Jimly Asshiddiqie, tetapi juga sebagai upaya mendokumentasikan kontribusinya dalam membangun fondasi etika bernegara di Indonesia. Buku ini merekam gagasan, refleksi, serta pemikiran strategis yang telah melahirkan berbagai kelembagaan penting dalam sistem ketatanegaraan.
Ketua DKPP, Heddy Lugito, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap sosok Prof. Jimly yang dinilainya sebagai tokoh besar dalam hukum tata negara. Ia menegaskan bahwa pemikiran Prof. Jimly tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga berhasil diwujudkan dalam bentuk kelembagaan seperti Mahkamah Konstitusi dan DKPP.
Lebih lanjut, turut disampaikan bahwa masih terdapat gagasan besar yang perlu didorong, salah satunya adalah pembentukan Mahkamah Etik Nasional. Gagasan ini dinilai penting sebagai langkah penguatan sistem etika bernegara melalui kolaborasi lintas lembaga.
Sementara itu, Prof. Jimly Asshiddiqie menegaskan bahwa momentum usia ke-70 merupakan waktu untuk merawat dan menghidupkan gagasan, bukan sekadar perayaan. Ia juga mendorong para pejabat publik untuk menuangkan pengalaman dan pemikiran mereka dalam bentuk buku sebagai warisan intelektual bagi generasi mendatang.
Melalui penerbitan buku ini, Sinar Grafika berharap dapat turut berkontribusi dalam memperkaya literatur hukum dan ketatanegaraan, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dokumentasi kegiatan dapat dilihat melalui tautan berikut: https://www.instagram.com/p/DXVwJczESAQ/?img_index=1

